Wednesday, 20 March 2013



Hai. Kita bertemu lagi.


Beberapa hari yang lalu saya ngumpul bareng teman-teman saya. Kemudian bertemu dia. Dia yang dulu pernah saya ceritakan di Blog ini. Kira-kira 1tahunan yang lalu saya pernah menceritakan dia di sini. Dia yang dulu pernah mencuri hati saya secara cepat kemudian mematahkan dengan cepat pula. Bukan, Bukan dia php-in saya tapi dia jadian dengan wanita yang sudah di kenal jauh lebih lama sebelum saya. Miris. Ya memang. Ini sih sudah biasa terjadi di kehidupan saya hehe.

Dulu saya bisa sedikit melupakan si.... yayouknowlah itu gara-gara dia, Kemudian setelah saya tau dia jadian. Saya langsung mundur. Mundur cepat. Secepat mungkin sebelum hati ini semakin patah. Haha lebay. Gak, tapi serius. Kemudian, Saya mencoba bersikap sewajar mungkin kayak pertama kali saya kenal dengan dia. Dan kemudian semua berjalan normal. Ya, saya mulai melupakan perasaan yang sempat hadir sebentar itu di hati saya.

Keadaan hubungan saya dengan dia itu, teman baik. Teman kerja. Dia itu motivator sekaligus kakak yang baik untuk saya. Ah! Terlalu banyak kebaikan di diri dia yang tidak bisa saya jabarkan satu persatu disini. Dia itu selalu ada disaat saya rapuh. Saya ga ada harapan. Saya ingin marah & nangis dan... ga karuan. Lalu, disaat kayak gitu dia datang, Menenangkan saya. Disaat saya sedang sangat kacau, dia coba bersikap tenang. Dan sabar menghadapi saya. Padahal pada saat itu keadaan saya bener-bener sangat kacau, mungkin beberapa orang lebih baik memilih menjauh dari saya dari pada di jutekin dengan saya nantinya. Tapi, Dia engga. Dia merangkul saya. Membangkitkan saya. Membangkitkan semangat dan kepercayaan diri saya yang saya sendiri pun gatau telah hilang kemana. Ya. Dia itu sangat baik. 

Cerita yang tadi itu adalah satu dari sekian kebaikan yang pernah dia kasih kesaya. Hati ini seakan ingin bilang "Udah sih pepet aja" lalu kemudian dipatahkan lagi oleh akal yang mengatakan "Gaboleh eh pacar orang, pacarnya baik loh sama lo mi" ya. ya. ya. Setiap ngobrol dengan dia, Ketawa, berantem gajelas saya selalu berusaha mencoba buat selalu ingat dia itu milik orang lain. Saya pernah duduk di sebelah dia, lalu disebalahnya lagi pacarnya. Kita ngobrol bertiga bareng. Itu ga terjadi sekali duakali. Sudah berkali-kali. Saya mencoba menikmati keadaan itu. Ya saya bisa apa. Saya sangat menghargai keadaan dimana dia-dan-pacarnya-yang-sudah-pacaran-dan-dekat-jauh-dari-kami-saling-kenal. Dan saya ambil aman. Saya semakin berusaha buat membuang jauh-jauh perasaan saya ke dia.

Saya menyimpan rahasia besar ini sendiri. Ehgadeng, Satu sahabat saya ada yang mengetahui ini. Dan semua berjalan mulus sampai sekarang. Beberapa kali kami saling mengirim pesan, dan beberapa kali dia bilang kangen dengan saya. Haha saya memang ngangenin sih. Dia juga beberapa kali sms memberi semangat dan motivasi untuk saya hehe. Sampai detik ini saya gatau apa yang ada di benak dia mengenai saya, Bagaimana pandangan dia ke saya dan sebagainya. Apa segala perhatian yang luar biasa ini bagi dia hanya sesuatu biasa yang diberikan ke teman? Ya saya sih gatau bisa aja gitu. Atau ini semacam perhatian seorang kakak kpd adiknya? Ya bisa juga kayak gitu. Atau memang ada yang lain? Ya ga ada yang tahu. Yang tau semua itu cuma dia. Tapi, sampai detik ini. Saya masih merendam perasaan saya kedia yang terkadang memaksa untuk membesar keluar tanpa komando. Gak. Ga boleh. Dia punya orang lain. Ya saya harus inget itu. Dia yang bisa perlahan membuat saya lupa dengan yayouknowlah itu. 

Haha. Tapi, saya juga ga boleh terus begini kan? Dia juga punya orang lain. Saya ga boleh terusterus terhanyut gajelas di harapan gajelas kayak gini. Saya harus mulai berusaha dan mencari yang lain. Ya. Bismillah. 





---isthars.